Sejarah
  • Sejarah

     

     

    Telkom University

    Didirkan pada tanggal 14 Agustus 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 309/E/0/2013. Universitas Telkom adalah Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom, merupakan penggabungan dari empat Perguruan Tinggi Swasta, yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom). Institut Teknologi Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Institut Manajemen Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom (STMB Telkom). STT Telkom dan STMB Telkom didirikan pada tahun 1990 atas prakarsa PT. Telkom yang saat itu dipimpin oleh Direktur Utama Ir. Cacuk Sudarijanto. Kedua sekolah tinggi tersebut merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki kekhususan pendidikan dalam bidang industri pertelekomunikasian serta teknologi informasi. Kampus Telkom University bertempat di kawasan Bandung Technoplex. Kampus tersebut merupakan pengembangan kampus STT Telkom yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tahun 24 Maret 1994. Di masa lalu, kawasan tersebut merupakan lokasi penempatan stasiun pemancar radio tertua kedua di Indonesia milik Pemerintah Kolonial Belanda, yang kemudian ikut mengumandangkan berita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 ke berbagai penjuru dunia. Nilai sejarah dan karya-karya Tridharma yang telah dihasilkan oleh kampus-kampus sebelumnya akan menginspirasi Telkom University untuk berkembang terus menjadi kampus kebangsaan dan sekaligus kampus dunia (World Class University) yang akan selalu menciptakan masa depan (Creating the Future) melalui pengembangan cross-culture academic atmosphere dan global academia. Nick name (julukan) Tel-U dan moto Creating the Future merupakan gagasan yang diberikan oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Direktur Utama/CEO PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk pada saat Telkom University didirikan sebagai penggabungan IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom. Sebelum bergabung menjadi Telkom University, keempat kampus masing-masing Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Indonesia Telkom telah menghasilkan karya-karya Tridharma Perguruan Tinggi yang berkontribusi besar dalam bingkai sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Dengan penggabungan menjadi satu perguruan tinggi Telkom University, maka seluruh kekuatan yang dimiliki oleh keempat kampus akan menjadi suatu sinergi kekuatan yang dapat menghasilkan karya-karya Tridharma lebih besar bagi peningkatan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat pada berbagai rumpun keilmuan dengan penguatan kekhasan pada bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Melalui penggabungan tersebut, Telkom University juga semakin meningkatkan peran strategisnya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, berkarakter tangguh, dan berani menegakkan kebenaran untuk kepentingan nasional, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memperhatikan dan menerapkan nilai-nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Untuk mencapai visi dan menjalankan misinya, Telkom University harus menunaikan amanah dengan memegang teguh nilai-nilai inti yang diyakininya dalam penyelenggaraan Tridharma secara bertanggungjawab, mandiri, berintegritas tinggi serta memegang prinsip-prinsip Tatakelola Universitas Yang Baik (Good University Governance), dengan memperhatikan aspek pertumbuhan, keselarasan, pemerataan dan keterjangkauan, sehingga pada masyarakat luas bertumbuh rasa memiliki yang tinggi terhadap Universitas Telkom. Hari Sabtu 31 Agustus 2013 menjadi momen bersejarah bagi sivitas akademika Telkom University. Di hari tersebut, berlangsung perhelatan akbar grand launching peresmian Telkom University oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA, di Telkom University Convention Hall, dengan menghadirkan rektor pertama Telkom University, yaitu Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D., Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

    Institut Teknologi Telkom

    Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) - dahulu bernama STT Telkom - merupakan institusi pertama di Indonesia yang mengkhususkan program studinya pada bidang Information and Communications Technologies (ICT). IT Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang ICT, yang terampil dan berwawasan bisnis, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri ICT yang begitu pesat. Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) pada awal berdirinya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Pendirian STT Telkom diawali dari kesadaran Bapak Ir. Cacuk Sudarijanto yang pada tahun 1990, ketika itu menjabat sebagai Direktur Utama PT. Telkom (dulu masih bernama Perusahaan Umum Telekomunikasi atau Perumtel), akan perkembangan pesat teknologi komunikasi dan informasi harus diimbangi dengan kesediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Berangkat dari pandangan tersebut maka beliau, yang oleh Pengamat Ekonomi disebut sebagai Bapak Transformasi Telkom, mendirikan STT Telkom. STT Telkom diresmikan berdirinya pada hari Jumat, 28 September 1990 di Gegerkalong Hilir Bandung oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi waktu itu, Bapak Soesilo Soedarman. Sejak berdirinya, IT Telkom bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT). Tujuan didirikannya kampus ini adalah untuk memenuhi sangat pesatnya kebutuhan akan ahli-ahli di industri telekomunikasi. PT Telkom sangat berkepentingan terhadap institusi ini, sehingga PT Telkom memberikan beasiswa penuh dan ikatan dinas kepada mahasiswa angkatan 1991 dan 1992. Adanya perubahan iklim industri telekomunikasi dan dengan dimulainya PT Telkom memasuki era go publik, maka program beasiswa dan ikatan dinas massal dihentikan dan selanjutnya STT Telkom menjadi perguruan tinggi yang mandiri. Pada awal berdiri, kampus STT Telkom tersebar di tiga lokasi, yaitu Kampus-1 di Jalan Soekarno Hatta, Kampus-2 di Jalan Gegerkalong Hilir, dan Kampus-3 berada di Jalan Penghulu Haji Hasan Mustafa. Pada tahun 1993 STT Telkom memiliki kampus sendiri di Jalan Telekomunikasi Terusan Buahbatu (lokasi sekarang), dan setahun kemudian semua kegiatan belajar mengajar terpusat di kampus baru. Pada tahun itu pula Kampus STT Telkom diresmikan Presiden RI Bapak Soeharto pada tanggal 24 Maret 1994. Menempati lahan seluas 48 ha, kampus STT Telkom memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang baik dengan penataan lingkungan yang asri, sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih kondusif. STT Telkom meningkatkan bentuk organisasinya menjadi IT Telkom pada tanggal 20 November 2007. Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, IT Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Teknik (FT) atau Telkom Engineering School (TES). Selanjutnya pada tahun 2014 Fakultas Teknik dikembangkan menjadi tiga fakultas, yaitu: 1). Fakultas Teknik Elektro (FTE) atau School of Electrical Engineering (SEE), 2). Fakultas Rekayasa Industri (FRI) atau School of Industrial Engineering (SIE), dan 3). Fakultas Informatika (FIF) atau School of Computing (SC).  

    Institut Manajemen Telkom

    Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) telah memulai perjalanan sejak tahun 1990 dengan nama MBA-Bandung, kemudian pada tahun 1994 berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB), dan pada tahun 2004 kembali berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom).Transformasi menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) terjadi pada tahun 2008. Kampus pertama MBA-Bandung adalah Gedung H dan I Kompleks Pusdiklat Telkom yang berlokasi di Jalan Gegerkalong Hilir 47 Bandung. MBA-Bandung adalah penyelenggara program Master in Business Administration pertama di Jawa Barat, mendahului program sejenis yang kemudian diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri di Bandung. Pada awal pendiriannya, MBA-Bandung mengadopsi secara utuh schooling system dari Asian Institute of Management (AIM) Philipines, yang pada saat itu dikenal sebagai Harvard Business School-nya Asia. Ketika didirikan, para profesor dari AIM mengajar dan membimbing penyelenggaraan program MBA sampai dengan tahun 1995. Dengan kondisi ini, pada tahun 1992 MBA Bandung berhasil masuk kedalam tujuh sekolah bisnis terbaik versi majalah SWA, bersama-sama dengan IPPM, IPMI, Prasetya Mulya, UI, dan ITB. Merespon regulasi pemerintah mengenai penertiban penyelenggaraan program MBA di Indonesia, maka pada tahun 1994, MBA-Bandung mengubah bentuk organisasinya menjadi Sekolah Tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB). Dengan status sekolah tinggi, STMB mengubah program MBAnya menjadi program Magister Manajemen (MM). Selain itu, STMB juga semakin meragamkan varian program MMnya, menjadi program MM Regular, MM Executive, dan MM Cooperative Education. Pada kesempatan akreditasi pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah, program MM STMB memperoleh akreditasi A (Unggul). Seiring perkembangan regulasi Pemerintah agar sekolah tinggi tidak hanya menyelenggarakan program pascasarjana, ditambah dengan adanya keinginan dari Direksi PT.Telkom (pada saat itu dijabat oleh AA Nasution) agar STMB makin berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi, pada tahun 1997 STMB menyelenggarakan program strata-1 (S-1/sarjana). Program studi yang dibuka di STMB pada saat itu adalah S-1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI). Minat masyarakat terhadap program studi ini meningkat terus disertai dengan daya serap industri terhadap alumni STMB yang cukup tinggi. Pada kesempatan akreditasi oleh pemerintah pada tahun 2002, program S-1 MBTI STMB memperoleh akreditasi A. Untuk memberikan identitas yang lebih kuat pada bidang keilmuan manajemen bisnis telekomunikasi, pada tahun 2004 STMB berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom). Perubahan nama ini diikuti dengan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa baru program S-1 MBTI, dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Selain itu, program pasca sarjana juga menambah varian program dengan program MM Bisnis Telekomunikasi (MM Biztel). Eksistensi STMB Telkom yang semakin kuat telah mendorong upaya transformasi STMB Telkom menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) pada tahun 2008. Transformasi ini ditandai dengan bertambahnya program studi yang diselenggarakan oleh IM Telkom. Program studi baru yang diselenggarakan sejak tahun 2008 adalah program studi: S-1 Ilmu Komunikasi, S-1 Desain Komunikasi Visual, S-1 Akuntansi, S-1 Administrasi Niaga, D-3 Pemasaran. Transformasi ini selanjutnya diikuti dengan pengembangan fasilitas kampus, dimana pada awalnya hanya berlokasi di Kompleks Telkom Training Center Jalan Gegerkalong Hilir, selanjutnya diperluas dengan kampus Jalan Setiabudi. Kegiatan kampus di Jalan Setiabudi tidak dilanjutkan lagi setelah kepindahan ke Kampus BT-Plex. Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, IM Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau Telkom Economics and Business School (TEBS). Selanjutnya pada tahun 2014, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dikembangkan menjadi dua fakultas, yaitu: 1). Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau School of Economics and Business (SEB), dan 2). Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) atau School of Communications and Business (SCB).  

    STISI Telkom

    Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom atau STISI Telkom merupakan salah satu perguruan tinggi pelopor khusus di bidang Seni Rupa dan Desain, dengan program studi terlengkap. STISI Telkom memfokuskan lulusannya untuk dapat menjadi tenaga ahli di bidang seni rupa dan desain yang terampil, memiliki wawasan luas, serta memaksimalkan potensi berwirausaha, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan kebutuhan masyarakat serta indrustri kreatif Indonesia dan dunia yang sangat pesat. Selama 23 tahun berdiri, lebih dari 1,200 alumni dari program Studi Desain Komunikasi Visual, desain Interior, Desain Produk, Kriya Tekstil dan Mode, yang bergelar S.Ds. (Sarjana Desain), serta Seni Rupa Murni (Lukis dan Patung) yang bergelar S.Sn. (Sarjana Seni), telah turut berkontribusi nyata terhadap perkembangan Indrustri Kreatif Indonesia, melalui ragam portfolio karya seni dan desain yang digunakan di berbagai sektor industri dan pembangunan. Program pendidikan di STISI Telkom dirancang khusus untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mampu berkerja di Industri Kreatif, namun juga memiliki potensi berwirausaha/berkerja mandiri dan membuka lapangan perkerjaan di bidang Industri Kreatif, sesuai dengan tagline STISI Telkom “Empowering You to Become Creativepreneur”. Mahasiswa STISI Telkom dididik untuk memiliki powerful skill di bidang seni rupa dan desain (baik manual maupun computerized), dengan penekanan pada penggalian kekeyaan alam dan budaya Indonesia. Dilengkapi dengan perluasan wawasan dan pengayaan konsep (knowledge) di bidang ilmu pendukung serta ilmu sosial lainnya, termasuk manajemen, wirausaha, hak kekayaan intelektual (HAKI), serta attitude untuk menjadi professional designer dan calon insan kreatif masa depan. Seluruh kemampuan ini dipertajam secara bertahap dan diaktualisasikan melalui program CBC (Creative Business Coaching), dimana para calon lulusan merealisasikan rencana bisnis kreatif dan portfolio karya seni/desain-nya di bawah binaan para dosen dan praktisi industri kreatif. Program CBC memperoleh dukungan dan bantuan pembiayaan dari mitra-mitra industri STISI Telkom, yaitu kementrian terkait dan lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, berbagai lembaga keuangan dan perbankan. STISI Telkom merupakan tranformasi dari STISI Bandung yang berdiri 2 September 1990, didirikan oleh Drs. Usnadibrata, M.Sn. di bawah Yayasan Pendidikan Mandiri Indonesia. Pada awal pendiriannya pada tahun 1990, STISI Bandung menyelenggarakan tiga program studi, yaitu S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Kriya Tekstil dan Mode, serta S1 Desain Interior. Penambahan program studi S1 Desain Produk terlaksana pada tahun 1991 dan S1 Seni Rupa tahun 1995. Pada tahun 2010 STISI Bandung bergabung dengan Yayasan Pendidikan Telkom menjadi STISI Telkom. Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, STISI Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Industri Kreatif (FIK) atau Telkom Creative Industries School (TCIS). Selanjutnya pada tahun 2014 penamaan Telkom Creative Industries School (TCIS) diubah menjadi School of Creative Industries (SCI).  

    Politeknik Telkom

    Perjalanan sejarah Politeknik Telkom bermula dari 2 (dua) program pelatihan yang bergerak di bidang ICT, yaitu: Program Profesional STT Telkom, dan NIIT & Telkom Center. Kedua lembaga pelatihan ini kemudian bergabung dan membentuk lembaga pendidikan tinggi baru yang bergerak khusus di bidang vokasi. Pada tanggal 27 September 2007, Politeknik Telkom diresmikan oleh Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk., Bapak Rinaldy Firmansyah. Fakultas Ilmu Terapan (FIT)/School of Applied Science (SAS). Politeknik Telkom hadir dengan membawa misi untuk berkontribusi kepada bangsa Indonesia dan masyarakat dunia dengan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan internasional dan memiliki kemampuan berkompetisi secara global. KHAS Development System (Knowledge, Hardskill, Attitude dan Softkill) merupakan aspek-aspek yang akan terus menerus dikembangkan sebagai bekal memasuki dunia industri. Sistem pembelajaran yang diterapkan menggunakan pendekatan Comence System, yaitu: coaching - mentoring - coaching. Metode ini merupakan sarana yang tepat untuk pendidikan vokasi yang mengutamakan peningkatan kompetensi di bidang ICT. Sebagai perguruan tinggi vokasi baru, kehadiran Politeknik Telkom menghadirkan suasana kompetisi akademik yang semakin tinggi. Pada tahun 2011 mahasiswa Politeknik Telkom berhasil memenangkan kompetisi mahasiswa perprestasi tingkat Nasional sebagai juara III, dan pada tahun berikutnya yakni tahun 2012 berhasil menjadi juara I mahasiswa perprestasi tingkat Nasional. Tidak hanya itu, di bidang Bahasa Inggris, tim Politeknik Telkom pada tahun 2013 berhasil meraih Juara II National Polytechnic English Olympic untuk kompetisi di tingkat politeknik se-Indonesia, dan pada tahun 2012 berhasil meraih Juara III National University Debating Competition untuk kompetisi di tingkat perguruan tinggi secara umum se- Indonesia. Politeknik Telkom juga menjalin kerjasama yang cukup erat dengan dunia industri. Pada akhir tahun 2012 Politeknik Telkom memperbaharui konsep kegiatan Kerja Industri, yakni mahasiswa akan terlibat secara profesional pada dunia industri dan mendapat perlakuan yang sama seperti halnya pegawai reguler. Artinya, mahasiswa yang mengikuti program Kerja Industri akan mendapatkan remunerasi dan hak-hak lainnya sama seperti pegawai. Hingga tahun 2013 sudah lebih dari 500 mahasiswa diserap oleh industri dalam program Kerja Industri dengan melibatkan lebih dari 20 perusahaan di bidang industri telekomunikasi, perbankan, sistem informasi, media, consumer goods, dan salah satu perwakilan lembaga dunia International Labour Organization. Fasilitas perkuliahan yang digunakan merupakan hasil karya pengembangan teknologi yang dilakukan oleh tim dari internal Politeknik Telkom, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang ikut terlibat. Sistem akademik yang dibangun mampu mencuri perhatian salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Bandung dan juga beberapa perguruan tinggi lain dari luar Pulau Jawa karena dikenal telah memiliki sistem akademik yang terintegrasi dan handal. Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, Politeknik Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) atau Telkom Applied Science School (TASS). Selanjutnya pada tahun 2014 penamaan Telkom Applied Science School (TASS) diubah menjadi School of Applied Science (SAS).  

    Perjalanan Transformasi Menuju Telkom University World Class University : World University Ranking, Research Center, Great & Strong, Synergies & Safe  

    He who rejects change is the architect of decay. The only human institution which rejects progress is the cemetery. Harold Wilson   Kelahiran Telkom University (Tel-U) merupakan realisasi awal dari keinginan dan mimpi bersama yang kuat seluruh stakeholder, mulai dari mahasiswa, dosen, pegawai, masyarakat, Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), PT Telkom, dan Pemerintah RI, untuk membentuk dan mewujudkan universitas yang besar dan berkualitas. Wacana, pembahasan, diskusi, dan kajian pembentukan Tel-U mulai ramai dibicarakan di berbagai kalangan internal YPT dan 4 (empat) institusi yang akan ‘terlibat’ dalam pembentukan Tel-U, yaitu : Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom. Tim yang menyusun Dokumen Awal untuk proses perizinan ke Ditjen Dikti, Kemdikbud sudah mulai bekerja sejak pertengahan tahun 2011. Akhir Mei 2012, saat Rektor IT Telkom Bapak AT Hanuranto,dan Ketua STISI Telkom Bu Imelda Tirra Usnadibrata dipanggil dan diberi tugas oleh Ketua Dewan Pengurus YPT untuk memimpin Tim Transformasi dan Implementasi menuju Tel-U, berbagai masalah dan persoalan menumpuk dan harus diselesaikan segera. Persepsi dan keinginan stakeholder yang beragam harus dirumuskan dengan baik dan konvergen. Infrastruktur dan pencapaian 4 institusi di level yang belum sama harus dipadukan. Perbedaan budaya dan gaya kerja antar institusi juga harus disinkronkan untuk memberikan resultante dan memberikan hasil yang produktif dan positif. Berangkat dari visi dan misi awal Tel-U yang diimpikan, berperan dalam rangka mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa (engine of prosperity) serta menjadi perguruan tinggi yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi setiap insan yang ‘bersentuhan’ dengannya (the University for growth & better for everyone), maka Tim merumuskan empat langkah (stage) pembentukan dan transformasi menuju Telkom University, sebagai berikut : Stage 1– PreCondition Kegiatan utama pada langkah ini meliputi : perencanaan (planning), sosialisasi (socialization), ekspresi nyata dari jajaran pimpinan YPT dan institusi (commitment fromtop management levels), penyerahan dokumen perizinan ke Dikti (submitting Merger License), dan mengidentifikasi semua isu dan masalah dalam proses merger (listing the potential issues). Pada stage ini dibuat chart yang berisi Ideal Condition, Existing Condition, Potential Problems, Alternative Solution, Time Frame, dan Manpower Requirements untuk mendeskripsikan semua masalah dan isu yang mungkin timbul di semua bidang dan semua institusi sebelum, selama dan setelah proses merger atau transformasi.   Stage 2 – Management Team Formation Kegiatan utama pada stage ini adalah pembentukan Tim Transformasi yang kuat dan solid yang merupakan representasi dari semua stakeholder di 4 institusi dan inisiasi awal merger (forming change / project management team, PICs for each subject from institutions’ representatives, setting up Tel-U platforms to be WCU system, culture, etc.,planning for campaign & public relation program, website, publication, etc., starting to work with merger activities and involve every layer). Untuk merespon kegiatan diatas, maka Tim Transformasi dan Implementasi Tel-U disusun dengan kelompok/bidang sebagai berikut :

    1. Academic & reputation group
    2. Financial and infrastructure group
    3. Human resources and culture group
    4. System and governance group
    5. Internal, external, and international affairs group

    Stage 3 – Composing Working Plan Langkah berikutnya adalah membuat perencanaan detil proses transformasi untuk semua bidang, (setting up plans / policiesduring transition period and execution plans for):

    • Strategic Plan,
    • Organizational Structure & Job Description,
    • Human Resources Issues,
    • Performance System,
    • Financial Issues,
    • Academic Affair Issues,
    • Student Affair Issues,
    • Quality Assurance System,
    • Cultural Implementation,
    • Research Programs, etc.

    Stage 4 : Operational Transition Langkah ini merupakan implementasi semua rencana dan strategi yang telah dilaksanakan pada langkah 1 sampai 3, meliputi communication & internalization, proses soft launching, implementasi aktivitas dan kegiatantransformasi, sampai pelaksanaangrand launching. Pada setiap kegiatan, Tim selalu berusaha melaksanakan evaluasi regular untuk perbaikan proses transformasi. Untuk efektifitas Tim dalam bekerja, maka Bapak AT Hanuranto sebagai Rektor IT Telkom waktu itu mendedikasikan ruang rektor di gedung learning center (LC) lt-5 sebagai ruang kerja dan sekretariat Tim. Ruang tersebut dipilih karena tidak hanya karena strategis dan mudah diakses, tetapi juga harus memberikan semangat dan atmosfer baru bagi seluruh Tim dan stakeholder dari 4 institusi untuk mencapai “mimpi bersama” membentuk Tel-U sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang bermartabat. Ruang tersebut rasanya menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan bagi teman-teman Tim maupun seluruh stakeholder Tel-U, yang bekerja keras siang dan malam, bahkan Ibu Imelda dan teman-teman Tim Sekretariat tidak jarang menghabiskan weekend Sabtu dan Minggu di ruang tersebut untuk menyelesaikan target transformasi. Ruang LC lt-5 tidak hanya sebagai ruang kerja dan ruang rapat serta sekretariat, tetapi lebih dari itu juga menjadi melting point, titik leleh dan titik lebur dari banyak sekali diversities antar kepentingan dan masalah yang ada dari semua stakeholder 4 institusi. Akhirnya dari ruangan tersebut lahir perguruan tinggi besar : Telkom University. Saat ini ruangan tersebut masih menjadi saksi ‘masa depan’ dan digunakan sebagai ruang Rektor Telkom University. Ruang LC lt-5 juga menjadi saksi dan ‘menceritakan’ bagaimana tidak mudahnya proses transformasi menuju Tel-U terjadi. Tetapi semangat kebersamaan dan keinginan yang kuat untuk mencapai mimpi bersamaakhirnya berbuah manis lahirnya Telkom University.  

    1. The Implementation & Tranformation Team has run positively with frequent Working Group’s Meetings & step-by-step results, but stronger Commitments required for the whole team work and its supports.
    2. As a Melting Point for all (including Students of IT Telkom, IM Telkom, Politel, and STISI Telkom)
    3. Campaign for Telkom University Office ongoing, to ensure that it is not just a passive office and it opens for all parties and levels
    4. The Team has moved into more practial act as socialization has hit its target
    5. Working Groups starts to collaborate each other through inter-group meetings
    6. More people interested to join the Implementation & Transformation through Task Forces
    7. However certain resistance still exist & it gave certain obstacle in Data Collecting process
    8. More people acknowledge Telkom University Office & willing to use it as Melting Point.

    Berkat kerja keras dan kebersamaan, Alhamdulillah akhirnya Tim Transformasi dan Implementasi mampu menyelesaikan Dokumen Transformasi yang menjadi panduan dan referensi bagi proses transformasi Telkom University. Tahun 2013 Tim akhirnya dilanjutkan menjadi Tim Akselerasi Transformasi dan Implementasi untuk mempersiapkan proses launching Telkom University yang dipimpin oleh Bapak Jangkung Raharjo.   Sebagai catatan, ada beberapa kata kunci dalam proses terbentuknya Telkom University, yaitu:

    1. Giving Each Other Trust, Support & Commitment, to Gain Full Involvements from all Parties, as merger process to become TU is not easy one (full of “fighting” as well as strong commitment for all)
    2. Well-structured commitments realized in the forms of Policies that share and socialize to all teams
    3. Implementation & Transformation Programs towards TU starts from now
    4. Budget Restructuring for All Institutions towards Budget Unity for 2013. YPT commitment that Operating Ration (OR) & Profit achievements not as the main goals, since Fresh Money needed to run various Transformation Programs. A change in current Management Contract and clear Wildly Important Goals (WIGs) needed to push the programs run well & quickly
    5. Good Governance System for Academic, Finance, Information System

     

    (*)

Copyright © 2013 Telkom University